PASCA LEBARAN 1442 H, OBYEK WISATA MASIH DITUTUP

  • Minggu, 16 Mei 2021 - 13:05:38 WIB
  • ZIAT WJ
PASCA LEBARAN 1442 H, OBYEK WISATA MASIH DITUTUP

LB.Haji News. Tradisi selesai lebaran warga masyarakat mengunjungi tempat-tempat wisata bersama keluarga. Untuk tahun ini kebiasaan tersebut tidak bisa dilakukan dikarenakan pandemi covid-19 masih menghantui warga. Pemerintah Daerah Bersama Jajaran Kepolisian Polres Lombok Timur terus berjibaku memberikan edukasi kepada warga masyarakat akan bahayanya penyebaran covid 19.

Memasuki H+2 Lebaran Jajaran Kepolisian Polres Lotim melakukan penyekatan dan penutupan di seluruh obyek wisata sesuai dengan Peraturan Pemerintah Daerah. Hampir semua anggota Polres Lotim dikerahkan. Semua Kapolsek dihimbau untuk memantau obyek wisata yang ada di masing-masing Kecamatan. Anggota Polres Lotim dibagi dua regu , yaitu Regu Mobile dan Regu Penyekatan. “ Kami Kepolisian dan Pemda Lotim melakukan tindakan penyekatan maupun penutupan obyek wisata sebagai bentuk pencegahaan persuasive adanya kerumunan masyarakat, dan sebagai bentuk usaha memutus penyebaran covid 19,” ujar AKBP Tunggul Sinatrio,S.I.K, MH Kapolres Lotim. Kabupaten Lombok Timur sudah masuk zona kuning, “ ini adalah suatu prestasi yang harus kita tingkatkan agar menjadi zona hijau bebas dari covid 19,” tambahnya.

Sementara itu untuk penyekatan adalah wilayah Jenggik dan Sukaraja sebagai lokasi perbatasan, sedangkan kayangan sebagai lokasi penyebarangan dan Suela sebagai pintu memasuki wikayah Sembalun. Untuk regu Mobile ditempatkan di titik-titik rame seperti di Pantai Labuhan Haji, Pantai Pidana Pringgabaya, Gili Lampu, Otak Kokok, Kebun Raya Lemor dan Pusuk Sembalun.

Dalam melakukan pengamanan libur akhir pekan ini yang bertepatan dengan libur lebaran. Polres Lombok Timur sudah menjalin koordinasi dengan TNI dan Pemda Lotim, juga dinas instansi terkait. “ Kami berharap masyarakat tetap dirumah meskipun libur, karena pandemic covid 19 masih mengintai diluar dan untuk memutus penyebarannya,” ucap Kasat Lantas Lotim AKP Putu Gde Caka.

Menurutnya tidak menutup kemungkinan jumlah kasus positif covid 19 mengalami peningktan kalau warga masyarakat tidak disiplin dengan penerapan protocol kesehatan. “ Lokasi-lokasi wisata yang tempat orang berkumpul sangatlah riskan dan berpotensi terjadi kerumunan hingga penyebarannya virus covid 19 tidak bisa kita hindari,” ujarnya. Untuk itu warga masyarakat jangan lengah, tetap waspada akan penyebaran virus covid 19 dengan tetap disiplin prokes. [zw

               

  • Minggu, 16 Mei 2021 - 13:05:38 WIB
  • ZIAT WJ

Berita Terkait Lainnya