Setelah Pengerukan, Kapal Besar Bisa Bersandar di Labuhan Haji

  • Rabu, 26 Juni 2019 - 17:59:26 WIB
  • Administrator
Setelah Pengerukan, Kapal Besar Bisa Bersandar di Labuhan Haji

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) siap memanfaatkan Pelabuhan Labuhan Haji untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setelah pengerukan, kapal-kapal besar sudah bisa bersandar.

Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi Sjamsuddin, menjelaskan, rekanan yang sedang melakukan pengerukan kolam labuh Labuhan Haji saat ini sedang menyelesaikan pekerjaannya. Rekanan diberikan tambahan waktu sampai 50 hari kerja untuk menuntaskan sisa pekerjaan yang belum selesai.

Setelah semua berhasil dikeruk kapal dengan kapasitas 2.000-2.500 ton bisa langsung bersandar. Diakui Pelabuhan Labuhan Haji selama ini belum pernah maksimal memberikan PAD. Fakta ini tidak ditampik, karena kondisi pelabuhan yang memang masih belum bisa disandari kapal-kapal besar. ‘’Kapal yang besar jelas tidak bisa dipaksakan karena kondisi kolam labuh yang masih dangkal,’’ akunya.

Pengerukan dengan menelan biaya Rp 40 miliar ini diyakinkan akan bisa membuat kapal kapal besar bisa masuk. Jelas tujuannya ketika sudah banyak kapal-kapal besar berlabuh di Labuhan Haji akan bisa mendatangkan PAD. Sebelumnya kemampuan PAD hanya ratusan juta ke depan bisa menembus miliaran rupiah.

Labuhan Haji diketahui menjadi salah satu tujuan wisata. Tidak jauh dari pelabuhan, Pemkab Lotim sedang membangun wahana wisata bahari Labuhan Haji. Pembangunan wahana wisata yang sudah dimulai di era bupati sebelumnya siap akan dilanjutkan kembali. Bahkan sudah ada pihak ketiga yang sudah menawarkan diri untuk mengelola kawasan tersebut menjadi destinasi wisata yang juga bisa mendatangkan PAD untuk Kabupaten Lotim.  ‘’Keberadaan pelabuhan dan  wahana wisata ini bisa dipadukan karena berada di satu kawasan,’’ terangnya.

Diketahui, pembangunan dermaga Labuhan Haji ini memang menelan anggaran yang cukup fantastis. Mulai dari awal pembangunan, hingga pengerukan kolam labuh yang sampai saat ini masih berjalan. Dalam perjalanannya, pengerukan kolam labuh ini menuai beberapa kendal dengan hadirnya pihak kontraktor yang tidak bonafit, adanYa TKA dan persoalan-persoalan lainnya. Kendati demikian, Pemkab Lotim tetap menganggarkan biaya pengerjaan untuk pengerukan kolam labuh ini. (rus/yon)

  • Rabu, 26 Juni 2019 - 17:59:26 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya